Setinggi awan di langit
Setinggi hayalku terbang kesana
Sejauh mata memandang laut
Sejauh itu pula aku denganmu kini
Tabir surya yang mampu biaskan hujan
Pelangipun tercipta olehnya
Pelangi...
Ya pelangi...
Pelangi itu berjuta keindahan
Siapa sih yang tak suka dengan pelangi???
Begitu pula dengan cinta
Cinta itu berjuta keindahan
Dan siapa pula yang tak ingin kata cinta itu ada dihatinya??
Kala datang hampiri hatinya
Hati insan akan bergejolak indah
Namun saat pergi tinggalkan semua kenangan
Hati bagai manusia terancam masuk kejurang oleh musuh
Bertahan...
Mempertahankan...
Tiada guna lagi dalam hal ini
Pelangi hanya sementara
Yang datang secara tiba2 dan pergi saat kita mulai menggapai keindahannya
Itulah gambaran cinta dalam hati insan
Cinta itu datang tanpa ada yang meminta
Namun pergi saat kita berada ditengah perjalanan
Kala pergi, sepi sembari menyelimuti qalbu
Sepi menghujam hati tatkala pilu
Rindu...
Tiada guna lagi hati rindukannya
Rindukannya yang dulu dicinta
Rindukannya yang kini terikat dengan suatu putusan
Rindukannya yang kelak bersanding dengannya
Tiada guna lagi tiada guna lagi
Tapi tak bisa terpungkiri
Hati membesit merindunya
Hati menangis relakannya tuk dirinya
Tuhan...
Jika kami bukanlah takdirmu
Maka jadikan kami sebagai aku dan dia
Hapuslah namanya dalam qalbuku yang selama ini bersemayam indah
Yang selama ini mampu lumpuhkan keegoisan
Inilah jalan cinta yang getir
Yang harus terlalui dalam selang waktu yang tak singkat
Cinta kami hanyalah sebuah ujian
Bertahan namun tak bertemu diujung perabadian
31 MEI 2015